Thursday, January 7, 2010

My First Bad Dream in 2010

Dear My Friends,

Pernah ngak loe ngalamin tiba-tiba loe ngerasa SEDIH padahal sepertinya semua baik-baik aja?

Gw baru ngerasainnya semalam dan masih berlangsung sampai saat ini. Yang bikin parahnya sampai sekarang gw belum tahu pasti apa yang bikin gw sedih. Dalam keheningan semalam aku mencoba mencari tahu yang gw dapati malah jiwa gw yang merasa kesepian tanpa teman, tanpa keluarga, tanpa siapa-siapa. Tapi gw yakin itu ngak mungkin banget karena gw tahu secara pasti kalau keluarga gw terutama pasti sangat care sama gw. Begitu pula teman-teman gw.Akhirnya gw menyalahkan Tuhan karena beberapa keinginan gw sampai saat ini belum dikabulkan. Gw bener-bener marah sampai-sampai gw ngak berdoa dan melupakan membaca alkitab (meskipun baru gw mulai sich January ini). YOU KNOW apa yang terjadi sama gw yang tidur dalam keadaan marah sama Tuhan --> MIMPI BURUK.

Gw mimpi gw disamperin sama pengemis laki-laki setengakh tua dan buta yang kucel abis tapi maksa gw ngasih duit sampe megang pundak gw keras buanget. Saat itu pula gw langsung terbangun dari mimpi gw. Tapi pegangannya kerasa banget di dunia nyata saat gw bangun masih kerasa panas dan sakit di pundak gw. Gw jadi teringat mimpi buruk gw waktu kecil. Gw yang sering main di perkarangan rumah sendirian, main sampai lupa waktu hingga di depan pagar rumah gw datanglah seorang pengemis nenek tua meminta belah kasihan gw. gw yang tahu sebenernya di dalam ada nyokap gw, gw memutuskan untuk berbohong dengan bilang ke nenek tersebut "Maaf bu, di rumah tidak ada orang hanya ada aku" Nenek itu tetap memaksa gw akhirnya gw bilang sekali lagi "Maaf bu tidak ada orang" eh tau-tau dia semakin marah dan dia menembus pagar dan mencekik gw sampai gw terbangun dari mimpi gw. Itulah mimpi buruk gw yang ngak akan pernah gw lupakan. Mimpi-mimpi seperti ini yang akhirnya membuat gw selalu takut sama Pengemis.

Back to Present time. Karena gw takut buanget, akhirnya pun gw minta pertolongan kembali kepada Tuhan agar mau menjaga gw lagi. Maafkan aku Tuhan sudah meragukan diri-Mu.

So my friends, Apapun keyakinan loe gw harap loe ngak menjauh dari Yang Maha Kuasa. Bagaimana pun juga DIA ada. Jangan lupa Berdoa sebelum kau melakukan segala aktivitas loe.

Soal kesedihan gw, gw menyimpulkan kalau diri gw lagi home sick karena saat ini gw lagi jauh dari keluarga dan teman-teman gw. Miss u All. and Love u all.

Regards,
White Rose

Monday, January 4, 2010

Alasan Tuhan menciptakan Manusia Seperti Adanya Saat Ini

Kita lahir dengan dua mata di depan wajah kita, karena kita tidak boleh selalu melihat ke belakang. Tetapi harus tetap menatap semua ke depan,pandanglah masa depan kita.

Kita dilahirkan dengan dua buah telinga di kanan dan di kiri, supaya kitadapat mendengarkan semuanya dari dua buah sisi. Untuk berupayamengumpulkan pujian dan kritikan dan memilih mana yang benar dan mana yangsalah.

Kita lahir dengan otak di dalam tengkorak kepala kita. Sehingga tidakpeduli semiskin apapun kita, kita tetap kaya. Karena tidak akan adaseorang pun yang dapat mencuri otak kita, fikiran kita dan ide kita.

Dan apa yang kita fikirkan dalam otak kita itu akan jauh lebih berhargadaripada emas dan perhiasan.

Kita lahir dengan dua mata dan dua telinga, tapi kita hanya diberi satu buah mulut. Karena ibarat pedang mulut adalah senjata yang sangat tajam,mulut bisa menyakiti, bisa membunuh, bisa menggoda, dan banyak hal lainnyayang tidak menyenangkan berasal dari mulut kita. Ingatlah kita harusberusaha bicara sesedikit mungkin, tetapi melihat dan mendengar yangsebanyak-banyak mungkin.

Kita lahir hanya dengan satu hati jauh di dalam diri kita. Mengingatkankita pada penghargaan dan pemberian cinta yang diharapkan berasal darihati kita yang paling dalam. Belajar untuk mencintai dan menikmati betapakita dicintai, tetapi jangan pernah mengharapkan orang lain untukmencintai kita seperti kita mencintai dirinya. Berilah cinta tanpa memintabalasan dan karenanya kita akan menemui cinta yang jauh lebih indah.

Friends,

Saatnya kita mulai menggunakan segala Anugrah dari-Nya dengan baik dan benar....

Regards,

White Rose